Welcome to the "Blog of Nagh Spendha" This is Blog with the story of every day in the Junior Hight School 2 MELTA AND FRIEND... SPENDHA YESS...
Senin, 28 Juni 2010
Sabtu, 26 Juni 2010
PERPISAHAN

"Perpisahan" kata itu mungkin muncul di benak ku juga pada tanggal 24 Juni. Kenapa bisa? Padahal yang berpisah adalah kakak kelas 9 ku, bukan aku? Ya.. itulah yang sebenarnya terjadi.. hari itu sangatlah bermakna tanpa aku sadari bersama teman2 sudah 1 tahun aku duduk di bangku sekolah menengah pertama negeri 2 yang sangat aku cintai ini. Sedih rasanya, apabila setiap hari di kelasku selalu saja ada tawa dan canda sekarang berubah 180' dari semula. Kelas 8 nanti aku dan kawan2 akan di pisah menurut nilai yang di dapat oleh kami. Tapi aku tetap berfikir itulah yang terbaik, walaupun kadang sulit untuk di jalani, tapi mau bagaimana lagi itu sudah takdir dan semua gelak tawa dan canda itu kini harus terpisah, tetapi kami berjanji, walaupun kelas kita berbeda, walaupun mapel kita berbeda hari, tapi anak 7B, tetap anak 7B, kami bersatu dan tak akan pernah putus tali pertemanan kita.
Kembali lagi ke perpisahan, pukul 04.00 pagi pada tanggal 24 Juni itu aku terbangun dengan keremangan subuh, aku tahu memang waktunya aku untuk bangun dan segera berangkat mandi. Setelah sarapan dan berpamitan aku segera saja ke rumahnya Dita untuk rias, semua teman2 grup tari bola sepakat untuk rias dengan warna yang sama dan tempat yang sama agar riasan kami sama semua. Hari ini mendung anginnya keras sekali sampai2 rambutku jadi awut2an.
Pukul 08.00 aku beserta rombongan tari bola berangkat ke Gedung Widya Harja, kurang 100 meter lagi kami sampai, Syella berkata kepadaku dari tempat duduk belakang bahwa sudah mulai turun hujan..." aku yang merasakannya juga berkata kepada ayahku agar mempercepat laju kendaraan agar tiba di Gedung tanpa membuat wajah kami semua berselimutkan riasan yang luntur.
Lama sekali kami menunggu, di bagian belakang Gedung terdapat tempat khusus anak2 yang akan tampil. Waktu ku lihat ke dalam tempat itu banyak sekali dengan kakak2 kelas yang memakai baju batik yang berbeda2 motif dan warnanya.
Pukul 10.31, aku dan dini berbincang2 dengan Andini (7a) yang akan tampil dengan membawakan lagu dari grup band "Goliath", waktu ku tanyakan kemana kaset dari Andini, ia bilang kalau kasetnya sudah di berikan kepada Bu Dwi, segera saja jantungku terasa panik dan mulai bingung, aku melihat dari samping panggung bahwa Bu Dwi berada paling dekat dengan deret penonton, Dini teman satu grup Tari bolaku mengajakku untuk ke Bu Dwi dan menyerahkan kasetnya
Pukul 11.00 waktu yang lama membuat aku dan Dita cepat naek darah dan terjadilah pertegkaran itu. Tapi untung lah karena aku tahu kalau sampai aku bertengkar dengan Dita sebelum tampil pasti penampilan kami tidak akan baek.
Pukul 12.00 hatiku semakin gelisah, sangkin gelisahnya aku sampai tidak mendengarkan pengumuman yang di bacakan oleh pembawa acara. Tapi hatiku langsung senang saat namaku di panggil maju ke depan, huft...senang sekali, penghargaan yang aku dapatkan itu langsung aku masukkan ke dalam tasku supaya tidak hilang
Pukul 12.10 seorang kakak kelasku menanyaiku kapan aku tampil, saat itu juga ia miminjam kaos tanganku, untuk tampil sebelum aku
Pukul 12.25 kakak kelasku menampilkan Dance ala Michael Jackson.
Pukul 12.30 ini adalah saatnya aku tampil, aku yang berada di formasi depan langsung siap dengan tangan memegang topi, saat lagunya di mainkan grupku langsung menggemparkan pentas, dengan lagu ala south africa aku tampil bersama grupku dengan baik ya..walaupun ada sedikit kesalahan yang terjadi, tapi kami tetap semangat dan prcaya bahwa ini pasti berhasil. Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah 3 menit 23 detik kami tampil, saatnya kami mengakhiri tari kami dan pulang...
Bakar-bakar ala chef 7B
Tanggal 26 Juni 2010, jam 17.00 aku berangkat ke rumah dhea ulvi pertiwi... tujuanku ke sana adalah kelas ku,7B, mengadakan bakar-bakar ikan untuk mengisi liburan panjang ini. Dengan bermodalkan uang Rp. 78.000 kita bisa membeli ikan krese 2 kg, kecap bango, cabai, sirup dan juga bungkus buat makannya...
Persiapan pertama2 kita menyiapkan arang, tempat pemanggang, kipas, dan tidak kalah pentingnya adalah lahan buat tempat untuk bakar2 ikanya. Yang paling membuat kita paling heran dan membuat tertawa yang kedengarannya adalah lahan yang dibuat tempat bakar2 ikan adalah lahan di samping rumahnya Rina(7a)..."hehehe...maaf ya rin, tembokmu jadi bau ikan bakar sama arang...!!" Setelah semua selesai kita siap bekerja membuat ikan bakar... ikan yang sudah di bersihkan di olesi dengan margarin secukupnya dengan sendok, setelah itu di jepit dengan penjepit ikan bakar, lalu di bakar dech... kipas dengan angin yang sedang agar arang tidak akan kehilangan panas apinya... "kipas teruusss buk.."
Hahaha.... maaf niech temen2 rambutnya jadi bau ikan bakar semuanya....hahaha... tapi aku juga kenak kok, niech jaketku dach baru masih bau toko, eh pulang2 bau ikan bakar lagi....
Selama membakar ikan tu, pastinya kita akan merasa lelah kalau selama 1 jam kita megangi ikan dengan ngolesin margarin ke ikannya.. tuk menghilangkan ke jenuhan itu tiba2 Dita mendengarkan suara aneh, lah..itulah yang membuat semua temen2 yang datang terkejut dan mulai ketakutan. Dengan berani Fajrin, Dita, Ratih, Fauziah. Ellen dan Irni menuju ke arah datangnya suara itu, aku yang saat itu bakar2 ikan masuk ke rumah mengambil kamera kalau2 ada kejadian yang seruuuu... di lewatkan khan sayang? Tiba2 saat aku melangkah menuju ke tempat pembakaran ikan wach bukan keseruan yang aku dapatkan tapi malah melihat temen2ku kejar2an, ya... itulah yang membuat Dhea marah2 dan naek darah "hahahaha...sabar Dhe.."
Lama banget dech.. itulah yang dirasakan oleh semua temen2ku, ikan yang di bakar ternyata tidak matang.. waduch? yang paling parah Dhea yang gila2an mencoba ikan itu ya terjadilah... hahaha... ternyata ikannya belum matang "kasihan Dhe... dibuat uji coba dengan ikan yang belum matang, iya kalau enak"
Pukul 19.13 aku sudah kehilangan kesabaranku, ikannya belum makan dan anak2 7B banyak yang tidak datang, yang datang pun menolak untuk makan, huft... sudah rambut jadi kusam, jaket baru bau ikan bakar, tembok garasi rumahnya Rina jadi bau juga "TAK MENGHARGAI" ya tapi tidak apa2 dech....
Di tengah2 proses pembakaran ikan itu, Fauziah ngambil dikit2 daging ikan yang sudah matang dan berukuran sedang, aku biarkan saja, lah pas Dita membuka bungkusan yang berisi ikan yang sudah matang dan apa yang terjadi? 1 ekor ikan sudah hampir habis hanya tinggal daging ikan yang ada di bagian ekor ikan tersebut. Dengan berkali2 aku dan Dita memukul tangan Fauziah dengan karton yang kami gunakan untuk kipas, "maaf ya Fauz..hahaha... tp kalau makan so pasti ada makanan pembuka, pasti ada makanan penutupnya yaitu pukulan dua gadis cantik..ckckckc.."
Pukul 19.30 ikan sudah matang dan kami pun ribet ngurusin tempat makan, bungkusan coklat yang berjumlah 100 lembar itu langsung di ambil Fauziah ya dan mengambil nasi dech duluan, tidak sengaja Fauziah langsung ngambil ikannya, yang membuat Dita naek darah lagi.. Aku pun tidak mau ketinggalan kesenangan menyipi masakan chef 7B nich! Wich, rasanya enak lho... ampun....
Dan nie foto2 yang kemarin aku abadikan, tapi maaf tidak semua foto aku masukkan di tulisanku nie..
1. 3 Gadis nongkrong di rumahnya dhea:
2. Chef bakar ikan 7B:
3. My and Fauziah:
4. Empat sekawan:
5. Syella membakar ikan "hahaha....", cie2 ada mualif lho di belakangmu Syell... jaga2 supaya Syella takut kenapa2:
6. "Eh? Irni kok gak buka mata?", makan bareng:
7. Foto bareng yang belum "hehehe..":

Malam itu, tidak akan aku lupakan bersama teman2.. walaupun makan ikan bakar yang gosong dengan sambal buatan mak ela yang berjudul "SAMBAL BLIMBING, CABAI, MICIN, KACANG GORENG" ini sesederhana makanan ini tapi rasanya enak guys kalau di makan bareng2 kayak gini....
Persiapan pertama2 kita menyiapkan arang, tempat pemanggang, kipas, dan tidak kalah pentingnya adalah lahan buat tempat untuk bakar2 ikanya. Yang paling membuat kita paling heran dan membuat tertawa yang kedengarannya adalah lahan yang dibuat tempat bakar2 ikan adalah lahan di samping rumahnya Rina(7a)..."hehehe...maaf ya rin, tembokmu jadi bau ikan bakar sama arang...!!" Setelah semua selesai kita siap bekerja membuat ikan bakar... ikan yang sudah di bersihkan di olesi dengan margarin secukupnya dengan sendok, setelah itu di jepit dengan penjepit ikan bakar, lalu di bakar dech... kipas dengan angin yang sedang agar arang tidak akan kehilangan panas apinya... "kipas teruusss buk.."
Hahaha.... maaf niech temen2 rambutnya jadi bau ikan bakar semuanya....hahaha... tapi aku juga kenak kok, niech jaketku dach baru masih bau toko, eh pulang2 bau ikan bakar lagi....
Selama membakar ikan tu, pastinya kita akan merasa lelah kalau selama 1 jam kita megangi ikan dengan ngolesin margarin ke ikannya.. tuk menghilangkan ke jenuhan itu tiba2 Dita mendengarkan suara aneh, lah..itulah yang membuat semua temen2 yang datang terkejut dan mulai ketakutan. Dengan berani Fajrin, Dita, Ratih, Fauziah. Ellen dan Irni menuju ke arah datangnya suara itu, aku yang saat itu bakar2 ikan masuk ke rumah mengambil kamera kalau2 ada kejadian yang seruuuu... di lewatkan khan sayang? Tiba2 saat aku melangkah menuju ke tempat pembakaran ikan wach bukan keseruan yang aku dapatkan tapi malah melihat temen2ku kejar2an, ya... itulah yang membuat Dhea marah2 dan naek darah "hahahaha...sabar Dhe.."
Lama banget dech.. itulah yang dirasakan oleh semua temen2ku, ikan yang di bakar ternyata tidak matang.. waduch? yang paling parah Dhea yang gila2an mencoba ikan itu ya terjadilah... hahaha... ternyata ikannya belum matang "kasihan Dhe... dibuat uji coba dengan ikan yang belum matang, iya kalau enak"
Pukul 19.13 aku sudah kehilangan kesabaranku, ikannya belum makan dan anak2 7B banyak yang tidak datang, yang datang pun menolak untuk makan, huft... sudah rambut jadi kusam, jaket baru bau ikan bakar, tembok garasi rumahnya Rina jadi bau juga "TAK MENGHARGAI" ya tapi tidak apa2 dech....
Di tengah2 proses pembakaran ikan itu, Fauziah ngambil dikit2 daging ikan yang sudah matang dan berukuran sedang, aku biarkan saja, lah pas Dita membuka bungkusan yang berisi ikan yang sudah matang dan apa yang terjadi? 1 ekor ikan sudah hampir habis hanya tinggal daging ikan yang ada di bagian ekor ikan tersebut. Dengan berkali2 aku dan Dita memukul tangan Fauziah dengan karton yang kami gunakan untuk kipas, "maaf ya Fauz..hahaha... tp kalau makan so pasti ada makanan pembuka, pasti ada makanan penutupnya yaitu pukulan dua gadis cantik..ckckckc.."
Pukul 19.30 ikan sudah matang dan kami pun ribet ngurusin tempat makan, bungkusan coklat yang berjumlah 100 lembar itu langsung di ambil Fauziah ya dan mengambil nasi dech duluan, tidak sengaja Fauziah langsung ngambil ikannya, yang membuat Dita naek darah lagi.. Aku pun tidak mau ketinggalan kesenangan menyipi masakan chef 7B nich! Wich, rasanya enak lho... ampun....
Dan nie foto2 yang kemarin aku abadikan, tapi maaf tidak semua foto aku masukkan di tulisanku nie..
1. 3 Gadis nongkrong di rumahnya dhea:
2. Chef bakar ikan 7B:
3. My and Fauziah:
4. Empat sekawan:
5. Syella membakar ikan "hahaha....", cie2 ada mualif lho di belakangmu Syell... jaga2 supaya Syella takut kenapa2:
6. "Eh? Irni kok gak buka mata?", makan bareng:
7. Foto bareng yang belum "hehehe..":

Malam itu, tidak akan aku lupakan bersama teman2.. walaupun makan ikan bakar yang gosong dengan sambal buatan mak ela yang berjudul "SAMBAL BLIMBING, CABAI, MICIN, KACANG GORENG" ini sesederhana makanan ini tapi rasanya enak guys kalau di makan bareng2 kayak gini....
Langganan:
Postingan (Atom)