Persiapan pertama2 kita menyiapkan arang, tempat pemanggang, kipas, dan tidak kalah pentingnya adalah lahan buat tempat untuk bakar2 ikanya. Yang paling membuat kita paling heran dan membuat tertawa yang kedengarannya adalah lahan yang dibuat tempat bakar2 ikan adalah lahan di samping rumahnya Rina(7a)..."hehehe...maaf ya rin, tembokmu jadi bau ikan bakar sama arang...!!" Setelah semua selesai kita siap bekerja membuat ikan bakar... ikan yang sudah di bersihkan di olesi dengan margarin secukupnya dengan sendok, setelah itu di jepit dengan penjepit ikan bakar, lalu di bakar dech... kipas dengan angin yang sedang agar arang tidak akan kehilangan panas apinya... "kipas teruusss buk.."
Hahaha.... maaf niech temen2 rambutnya jadi bau ikan bakar semuanya....hahaha... tapi aku juga kenak kok, niech jaketku dach baru masih bau toko, eh pulang2 bau ikan bakar lagi....
Selama membakar ikan tu, pastinya kita akan merasa lelah kalau selama 1 jam kita megangi ikan dengan ngolesin margarin ke ikannya.. tuk menghilangkan ke jenuhan itu tiba2 Dita mendengarkan suara aneh, lah..itulah yang membuat semua temen2 yang datang terkejut dan mulai ketakutan. Dengan berani Fajrin, Dita, Ratih, Fauziah. Ellen dan Irni menuju ke arah datangnya suara itu, aku yang saat itu bakar2 ikan masuk ke rumah mengambil kamera kalau2 ada kejadian yang seruuuu... di lewatkan khan sayang? Tiba2 saat aku melangkah menuju ke tempat pembakaran ikan wach bukan keseruan yang aku dapatkan tapi malah melihat temen2ku kejar2an, ya... itulah yang membuat Dhea marah2 dan naek darah "hahahaha...sabar Dhe.."
Lama banget dech.. itulah yang dirasakan oleh semua temen2ku, ikan yang di bakar ternyata tidak matang.. waduch? yang paling parah Dhea yang gila2an mencoba ikan itu ya terjadilah... hahaha... ternyata ikannya belum matang "kasihan Dhe... dibuat uji coba dengan ikan yang belum matang, iya kalau enak"
Pukul 19.13 aku sudah kehilangan kesabaranku, ikannya belum makan dan anak2 7B banyak yang tidak datang, yang datang pun menolak untuk makan, huft... sudah rambut jadi kusam, jaket baru bau ikan bakar, tembok garasi rumahnya Rina jadi bau juga "TAK MENGHARGAI" ya tapi tidak apa2 dech....
Di tengah2 proses pembakaran ikan itu, Fauziah ngambil dikit2 daging ikan yang sudah matang dan berukuran sedang, aku biarkan saja, lah pas Dita membuka bungkusan yang berisi ikan yang sudah matang dan apa yang terjadi? 1 ekor ikan sudah hampir habis hanya tinggal daging ikan yang ada di bagian ekor ikan tersebut. Dengan berkali2 aku dan Dita memukul tangan Fauziah dengan karton yang kami gunakan untuk kipas, "maaf ya Fauz..hahaha... tp kalau makan so pasti ada makanan pembuka, pasti ada makanan penutupnya yaitu pukulan dua gadis cantik..ckckckc.."
Pukul 19.30 ikan sudah matang dan kami pun ribet ngurusin tempat makan, bungkusan coklat yang berjumlah 100 lembar itu langsung di ambil Fauziah ya dan mengambil nasi dech duluan, tidak sengaja Fauziah langsung ngambil ikannya, yang membuat Dita naek darah lagi.. Aku pun tidak mau ketinggalan kesenangan menyipi masakan chef 7B nich! Wich, rasanya enak lho... ampun....
Dan nie foto2 yang kemarin aku abadikan, tapi maaf tidak semua foto aku masukkan di tulisanku nie..
1. 3 Gadis nongkrong di rumahnya dhea:
2. Chef bakar ikan 7B:
3. My and Fauziah:
4. Empat sekawan:
5. Syella membakar ikan "hahaha....", cie2 ada mualif lho di belakangmu Syell... jaga2 supaya Syella takut kenapa2:
6. "Eh? Irni kok gak buka mata?", makan bareng:
7. Foto bareng yang belum "hehehe..":

Malam itu, tidak akan aku lupakan bersama teman2.. walaupun makan ikan bakar yang gosong dengan sambal buatan mak ela yang berjudul "SAMBAL BLIMBING, CABAI, MICIN, KACANG GORENG" ini sesederhana makanan ini tapi rasanya enak guys kalau di makan bareng2 kayak gini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar